Dan Dia lah (Allah) yang menghantarkan angin sebagai pembawa berita yang mengembirakan sebelum kedatangan rahmatnya (iaitu hujan), hingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami halakan dia ke negeri yang mati (ke daerah yang kering kontang), lalu Kami turunkan hujan dengan awan itu, kemudian Kami keluarkan dengan air hujan itu berbagai-bagai jenis buah-buahan. Demikianlah pula Kami mengeluarkan (menghidupkan semula) orang-orang yang telah mati, supaya kamu beringat (mengambil pelajaran daripadanya).
Penjelasan:
The two readings amount to the same, as the genus ‘wind’ contains the meaning of the plural. There is a general pattern in the Quran (among most of its canonical readers) to use the plural in contexts of mercy, i.e. the gentle winds that bring multiple benefits. The singular is more associated with contexts of punishment, as this indicates a singular force. However, this rule has a number of exceptions which may also be explained in a more nuanced way.