Syaitan itu menjanjikan (menakut-nakutkan) kamu dengan kemiskinan dan kepapaan (jika kamu bersedekah atau menderma), dan ia menyuruh kamu melakukan perbuatan yang keji (bersifat bakhil kedekut); sedang Allah menjanjikan kamu (dengan) keampunan daripadaNya serta kelebihan kurniaNya. Dan (ingatlah), Allah Maha Luas limpah rahmatNya, lagi sentiasa Meliputi PengetahuanNya.
Penjelasan:
These readings are linguistic options and are identical in their meaning. (NB: a third option transmitted from al-Dūrī, from Abū ʿAmr, has an overshort vowel (ikhtilās), a medium option between the other two.)