Orang-orang yang membelanjakan hartanya pada jalan (ugama) Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang mereka belanjakan itu dengan perkataan membangkit-bangkit (pemberiannya), dan tidak pula menyinggung atau menyakiti (pihak yang diberi), mereka beroleh pahala di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) terhadap mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita.
Penjelasan:
The two readings are essentially identical, though the latter is arguably more explicit in negating all fear. Both could be understood to mean that those people will not experience fear; an alternative understanding is that there need be no fear concerning them. *NB: Ḥamzah, like Yaʿqūb, pronounces it as ʿalayhum.