(Walaupun demikian), ada juga di antara manusia yang mengambil selain dari Allah (untuk menjadi) sekutu-sekutu (Allah), mereka mencintainya, (memuja dan mentaatinya) sebagaimana mereka mencintai Allah; sedang orang-orang yang beriman itu lebih cinta (taat) kepada Allah. Dan kalaulah orang-orang yang melakukan kezaliman (syirik) itu mengetahui ketika mereka melihat azab pada hari akhirat kelak, bahawa sesungguhnya kekuatan dan kekuasaan itu semuanya tertentu bagi Allah, dan bahawa sesungguhnya Allah Maha berat azab seksaNya, (nescaya mereka tidak melakukan kezaliman itu).
Penjelasan:
The translations here represent some possibilities among numerous others, as the grammar is open to various interpretations in addition to the variant readings. Some describe the wrongdoers’ own recognition of God’s power to punish, which will lead them to regret, and should cause them to change their ways in this life. The others call the Believers to consider the sorry state of those wrongdoers who set up rivals to God.