Setelah perempuan-perempuan itu dipanggil), raja bertanya kepada mereka: "Apahal kamu, semasa kamu memujuk Yusuf mengenai dirinya?" Mereka menjawab: JauhNya Allah dari segala cacat cela, kami tidak mengetahui sesuatu kejahatan terhadap Yusuf". Isteri Al-Aziz pun berkata: "Sekarang ternyatalah kebenaran (yang selama ini tersembunyi), akulah yang memujuk Yusuf berkehendakkan dirinya (tetapi ia telah menolak); dan sesungguhnya adalah ia dari orang-orang yang benar.
Penjelasan:
In this exclamation of divine transcendence, the original verb contains a second alif, as in the second reading. This is removed in the majority reading, and both have the same meaning [Makki]. NB: the readings are based on the same skeletal form, and Abū ʿAmr would pronounce this word the same as the others if stopping upon it: ḥāsh.