Maka apabila ia (Zulaikha) mendengar cacian mereka, dia pun menjemput mereka dan menyediakan satu jamuan untuk mereka, serta memberi kepada - tiap seorang di antara mereka sebilah pisau. Dan pada ketika itu berkatalah ia (kepada Yusuf): "Keluarlah di hadapan mereka". Maka ketika mereka melihatnya, mereka tercengang melihat kecantikan parasnya, dan mereka dengan tidak sedar melukakan tangan mereka sambil berkata: "Jauhnya Allah dari kekurangan! Ini bukanlah seorang manusia, ini tidak lain melainkan malaikat yang mulia!"
Penjelasan:
In this exclamation of divine transcendence, the original verb contains a second alif, as in the second reading. This is removed in the majority reading, and both have the same meaning [Makki]. NB: the readings are based on the same skeletal form, and Abū ʿAmr would pronounce this word the same as the others if stopping upon it: ḥāsh.