Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak disengaja (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kafaratnya (denda pelanggaran sumpah) ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi mereka pakaian atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Barang siapa tidak mampu melakukannya, maka (kafaratnya) berpuasalah tiga hari. Itulah kafarat sumpah-sumpahmu apabila kamu bersumpah. Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan hukum-hukum-Nya kepadamu agar kamu bersyukur (kepada-Nya).
Penjelasan:
These readings convey the same meaning through various forms of the verb. The second reading (form I) is the most basic, while the first (form II) is particularly appropriate to the large number of oaths sworn by the addressees. The third (form III) denotes intensity and may also refer to oaths in contracts [Makki]. *In terms of pronunciation, all the readings merge the dal into the ta’, e.g. ʿaqqattum.